Saturday, November 23, 2013

Slank Gak Ada Matinya


Merayakan ulang tahun ke-30, Slank akan mempersembahkan konser tunggal. Pesta berupa pertunjukan itu bakal dilangsungkan di Gelora Bung Karno (GBK) pada Jumat (13/12). Band yang beranggota Kaka, Bimbim, Abdee, Ivanka, dan Ridho tersebut berusaha mempersiapkan diri secara maksimal demi memberikan penampilan terbaik untuk para Slanker.
"Kurang lebih persiapan konser ini dimulai setahun lalu dan baru fix mendapat izin manggung di GBK kira-kira dua minggu lalu," jelas Bimbim saat ditemui di Surabaya pada Senin (18/11).
Dia mengungkapkan, konser bertajuk Slank Nggak Ada Matinya itu bakal menjadi perhelatan aksi panggung terbesar sepanjang karir. Mereka juga ingin memberikan kesan mendalam yang tidak terlupakan bagi para Slanker. "Keinginan lain kami sih, konser ini bisa mendapat rekor Muri dengan penonton terbanyak dan heboh," tambah Kaka.
Slank akan membawakan 30 lagu dari album pertama sampai terbaru. "Persiapan mulai sekarang itu lebih utama pada persiapan fisik, menyiasati main panjang namun stamina tetap terjaga," jelas Bimbim.
Selain itu, mantan anggota Slank juga ikut mengisi acara tersebut dengan beberapa bintang tamu lain. "Bongky, Indra, dan Pay yang dulu anggota Slank akan ikut main juga. Kalau bintang tamu lainnya, masih rahasia," ujar Kaka yang hari itu datang dengan tampilan rambut baru demi terlihat lebih fresh.
Setiap perayaan ulang tahun pasti ada make a wish. Begitu juga band pemilik lagu Ku Tak Bisa tersebut. Memasuki usia tiga dekade, mereka berdoa untuk bisa menjadi band yang tetap eksis sampai akhir hayat. Menjadi band berumur panjang yang masih aktif. Selain itu, melihat pesta demokrasi tahun depan, mereka juga menyampaikan harapan agar Indonesia mendapat pemimpin yang lebih baik.
Bukan hanya konser, Slank juga akan mempersembahkan sebuah film biografi para personelnya untuk menyambut ulang tahun sekaligus menutup tahun 2013 ini. Film berjudul Slank Nggak Ada Matinya itu akan serentak ditayangkan di bioskop pada 24 Desember.
Berdurasi 95 menit, film tersebut mengisahkan perjalanan nyata Slank pada 1996 sampai 2001, saat mereka bangkit dari jerat narkoba. Namun, mereka tidak menjadi pemeran dalam film tersebut. Karakter mereka akan dihidupkan oleh aktor profesional. Yakni, Adipati Dolken sebagai Bimbim, Ricky Harun sebagai Kaka, Aaron Shahab sebagai Ivanka, Ajun Perwira sebagai Ridho, dan Deva Mahendra sebagai Abdee.
"Film ini disutradarai Fajar Sihombing yang juga Slanker sejati. Dia cocok karena benar-benar tahu cerita nyata perjalanan kami sampai detailnya," ungkap Bimbim. (bri/c5/ayi)
dicomot dari www.jpnn.com

Thursday, November 14, 2013

Biografi "Imanez "
Abdul Firman Saad alias Imanez meninggal tanggal 22 Juni 2004 pukul 12.30 wib, persis dihari ulang tahunnya yang ke 36 di RS Kanker Dharmais akibat kanker hati akut yang telah lama diidapnya. Imanez meninggalkan seorang putri, Vagna Diandra Putri dan keluarga, sekaligus meninggalkan sejumlah kenangan manis, kenangan kreatif pada sahabat karibnya dan sejumlah seniman musik di
tanah air.

"Iman adalah sosok kreatif, penuh energi, spontan dan tentu saja memberi kontribusi cukup besar untuk karya teman-temannya.

IMANEZ, alumnus dari Gang Potlot yang sudah melahirkan beberapa nama beken di dunia musik Indonesia. Dimasa hidup sejumlah hits reggae Anak Pantai, Ikan Bakar, Sunset, Tequila Sunrise, Playboy, Tropical Rembulan dan Samalona sempat lahir berkat sentuhan tangan dingin Imanez. Lenny Karvitz-nya Indonesia ini, pernah membentuk grup Speedy Beetle dan Metalover, tercatat sebagai musisi yang mengemas musik reggae, bukan sekedar tempelan. Seperti yang bisa disimak dalam album ANAK PANTAI (1994) dan SEPONTAN (1995), baik arrasemen maupun tema lagunya, sebagai bukti totalitas Imannez terhadap musik reggae.

Bahkan, Imanez bisa dibilang telah memberi warna dalam industri musik Indonesia serta menebar inspirasi pada remaja era 90-an. Sayang, almarhum belum sempat melahirkan komunitas reggae. Tapi harus diakui dia adalah inspirator bagi sejumlah musisi, terlebih mereka yang memilih reggae sebagai media ekspresinya.

Salah satu orang yang punya kenangan mendalam terhadap Imanez adalah Kaka. Vokalis Slank ini mengaku kalau Imanez dirinya dekat dengan Slank. Imanez tidak hanya berarti bagi dirinya tapi juga Slank secara keseluruhan. Dapat dibilang Imanez merupakan salah satu inspirator lahirnya Slank. Karena almarhum merupakan mantan vokalis dan bassis Slank sekitar tahun 1987 sebelum Slank melakukan debut rekamannya.

"Imanez selalu ada. Dia orang yang sangat berarti bagi gue," aku Kaka. Jadi tidak salah kalau anak-anak Slank, dari Bimbim, Ridho, Abde, Ivan dan Kaka punya kenangan tersendiri, bahkan mantan personil Slank macam, Bongky dan Indra pun mengenang Imanez begitu dalam.

Menyinggung mengenai perkembangan musik Reggae di tanah air, Kaka berkomentar sebagai musik yang beda dan selalu ada. "Walaupun tidak booming," ujarnya. Dan apa yang dicita-citakan oleh Imanez tak kan pernah mati.

Semoga sampai saat ini, almarhum senantiasa berada disisi terdekat dari Sang Pencipta. Amien...


dikutip dari : http://cinta-reggae.blogspot.com

Tuesday, September 17, 2013

Antara Slank dan Dewa 19


Slank semakin melegenda, Dewa 19 semakin basi
" Perhatian. Artikel ini amatlah subjektif. Kalau merasa belum siap mental, atau mengaku ngaku merasa Baladewa sejati. Silakan baca artikel yang berjudul Antara Slank dan Dewa 19 atau ini dulu ".
2007. Slank mengeluarkan album akustik berjudul “Slow But Sure”. Tak ketinggalan Dewa 19 dengan “Kerajaan Cinta” nya. Slank melakukan sebuah revolusi dengan mengeluarkan album akustik, sebuah konsep album yang belum pernah digarap sebelumnya plus lagu lagu yang memang previously unreleased. Dewa 19? Basi, dengan cuma 2 lagu baru yang dilengkapi dengan lagu lagu lama yang sebagian diantaranya diaransemen ulang.
Slank masih tetap slenge’an, potret anak muda dan tidak ketinggalan memunculkan sesuatu yang selama ini menjadi salah satu ciri khasnya: topik sosial. Dewa 19 makin sok puitis dan sok romantis, mengangkat tema tema cinta yang kadang terlalu menggebu gebu atau berlebihan.
Slank masih bertahan dengan ide idenya yang sekaligus juga masih kreatif. Bimbim tidak berusaha menjadi penggerak tunggal band besar ini. Masih ada lagu lagu yang di ciptakan bukan oleh Bimbim. Bahkan ada satu lagu yang menurut saya akan menjadi lagu kebangsaannya Kaka Slank dan para Scooter mania : “My Scooter Love”.
Dewa 19 mulai kehabisan ide, Dhani makin menunjukkan otoritas tunggalnya sebagai pencipta, pengaransemen sekaligus produser album Dewa 19. Musik Dewa 19 malahan terkesan jalan ditempat, sekaligus ini menunjukkan bahwasanya Dhani belum mampu menemukan aransemen dan lagu lagu baru untuk dicontek dan dicampur adukkan. Seperti yang pernah ia lakukan dalam lagu Arjuna Mencari Cinta.
Dengarkan lagu “Arjuna Mencari Cinta” dari Dewa 19 di album keenam. Kemudian dengarkan lagunya Sting yang berjudul “Roxxane”, itulah lagu yang aransemennya dicomot Dhani. Sedangkan untuk mengisi lyricnya ia melakukan terjemahan bebas dari sebagian lyrics lagu U2 yang berjudul “I Still Haven’t Found What I’m Looking For”. Sedikit contoh :
I have climbed highest mountainI have run through the field
Only to be with you

Sudah kudaki gunung tertinggi hanya untuk mencari dimana dirimu


Sudah kujelajahi isi bumi


Hanya untuk dapat hidup bersamamu
Wanna find more? Click Here!
Bimbim makin romantis dengan istrinya, lagi lagi ia membuatkan lagu special buat Reny yang berjudul “Me & Reny”. Dhani mengais sisa sia kemesraannya dengan Maia Ratu lewat lagu “Dewi”nya. Lagu lagu di album baru Slank menunjukkan bahwa mereka tidak menghilangkan ciri khas, tapi tidak memaksakan lagu untuk menjadi seperti lagu lagu terdahulu yang pernah sukses.
Berbanding terbalik dengan 2 lagu baru Dewa 19 yang jelas sekali aransemennya mengekor kesuksesan aransemen lagu lagu terdahulu yang komersil. Bahkan lagu “Dewi” di telinga saya terdengar seperti lagu iklan Yamaha, artinya Dhani sedang kering kreatifitas, ia hanya memodifikasi lagu! Bukan mengkomposisi sesuatu yang baru. Mungkin ia terlalu sibuk dengan proyek sampingan macam “Obsesi Dewa Mencari Dewi Dewi”.
Slank tetap rendah hati, tidak pindah distributor sekaligus membuktikan kesetiaan mereka pada Virgo Ramayana Record yang menerbitkan dan membesarkan mereka. Dewa 19 (Dhani) sangat angkuh dan ambisius dengan memindahkan manajemen Dewa 19 ke disributor baru EMI. Meninggalkan Aquarius Musikindo yang menerbitkan dan membesarkan nama Dewa 19. Bimbim tidak menunjukkan individualistisnya dengan tidak menamai Slank Record dan Pulau Biru Production menjadi Bim’s Record atau Bimbim Production. Dhani menunjukkan egonya dengan menamakan proyeknya menjadi Ahmad Dhani Production.
Semakin terbukti, kekeluargaan di Slank, dan kebebasan dari Bimbim membuat Slank tetap bertahan dan terus melegenda. Otoritas Dhani di Dewa 19, membuat Dewa 19 mandek dalam ide, sekaligus memecah belah band ini lebih sering daripada Slank.

slank








Sunday, June 30, 2013